Geliat Minoritas Muslim Thailand, Menggerakkan Wakaf Menjadi Endowment Fund Kelas Dunia

Geliat Minoritas Muslim Thailand, Menggerakkan Wakaf Menjadi Endowment Fund Kelas Dunia

Hal yang jarang terjadi, kala para para Muhsinin Timur Tengah berkenan duduk bersama mengelola kolaborasi guna membangun kawasan minoritas muslim menjadi pusat pendidikan kelas dunia. (Prof.Dr. Sukree Langputeh-Fatoni University Thailand).

Wakaf/ Endowment Fund

Demikian kutipan menarik yang disampaikan Profesor Dr. Sukree Langputeh selaku pimpinan Fatoni University dalam rangkaian Milad ke-5 Fusi Foundation (FF) saat memaparkan Success Story institusi ini dalam mengelola serta mengoptimalkan potensi wakaf/endowment fund yang secara akseleratif telah memberi high impact dalam pengembangan SDM Unggul melalui institusi pendidikan tinggi di kawasan Thailand Selatan yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan rawan konflik.

Dalam kesempatan langka ini, Profesor Sukree berpesan untuk pegiat wakaf di Indonesia maupun dunia untuk terus bekerja secara professional dan penuh optimis, guna menjadikan wakaf sebagai salah satu cara agar kaum Muslimin dapat mencapai kemandirian ekonomi.

Ditempat yang sama Andre Rahadian, selaku ketua ILUNI UI 2019-2023 juga mengapresiasi dan mendorong pentingnya inisiatif gerakan wakaf ini.

“Potensi ekonomi umat dan kesadaran wakaf masih sangat bisa ditingkatkan. Pengembangan wakaf, terutama wakaf produktif sangat tepat dijadikan fokus pemberdayaan. FF sebagai organisasi alumni dilingkungan UI diyakini mampu untuk menjadi motor penggeraknya. Sehubungan dengan itu Andre mengungkapkan bahwa ILUNI UI siap berkolaborasi dalam berbagai upaya guna implementasinya. Kami juga siap bekerja sama dalam penyiapan aturan dan mekanisme, termasuk pembentukan FGD yang melibatkan lebih banyak lagi stakeholder pungkas Andre”.

Mendapatkan Bantuan Wakaf

Bercermin dari perjalanan Fatoni University, pada mulanya institusi pendidikan ini bernama Yala Islamic College (YIC) yang letaknya di Provinsi Yala. Kampus ini kemudian mendapatkan bantuan wakaf dari Timur Tengah, berupa dana pembangunan gedung baru dan fasilitas lainnya.

Didirikanlah bangunan baru di daerah Provinsi Pattani. Niat awal kampus ini akan berganti nama menjadi Patani Islamic University. Namun, kondisi politik di Thailand Selatan saat itu tidak memungkinkan memakai nama Patani maupun Pattani. Akhirnya, diubah menjadi Yala Islamic University (YIU).

Meskipun berada di wilayah Pattani, tetap digunakan nama Yala. Fatoni University saat ini sudah mampu mengembangkan kampusnya dari kampus kecil dengan jumlah mahasiswa 100 orang menjadi 4000 mahasiswa yang berasal dari 30 negara berbeda.

Ia juga berhasil menarik perhatian nadzir dari Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait untuk turut berwakaf untuk pembangunan kampusnya yang ketiga yaitu kampus Madinatussalam yang merupakan kawasan integrasi berisi Islamic Center, desa-desa, juga rumah sakit. Semua ini dengan semangat membuat landmark kebanggaan bagi kaum muslimin di Thailand saat ini.

Tema Fusing Power anda Wakafpreneur

Selaras dengan Spirit pemberdayaan ekonomi Umat melalui wakaf, Milad Fusi Foundation kali ini sengaja mengambil tema Fusing Power and Wakafpreneur terkait potensi besar Indonesia sebagai negeri dengan Muslim terbesar di dunia. Narasumber lainnya yakni Ir. Iwan Agustiawan Fuad, M.Si., anggota Divisi Kelembagaan, Tata Kelola, dan Advokasi, Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyampaikan fakta yang cukup menggelitik audiens, bahwa baru 255 milyar rupiah dana wakaf yang dikelola dari 77 trilyun rupiah potensinya di Indonesia, hal ini menunjukkan perlunya manajemen wakaf yang lebih baik.

“Pertemuan antara dua hal yang berbeda itu menghasilkan sesuatu yang baik,” ungkapnya. Misalnya cahaya/listrik, itu pertemuan antara kutub positif dan negatif. Pertemuan antara darah dan kotoran yang menjadi susu. Nah, pertemuan antara bisnis dan sosial itulah wakaf. Itu sebabnya perlu ada manajemen yang baik, begitu juga dengan orangnya yang baik, yang dekat dengan Tuhan.”

Dalam Milad ke-5 FF pada Sabtu 21 Desember 2019 ini juga disampaikan Anugerah Leadership dan Lifetime Achievement bagi para pihak yang jadi bagian integral dalam perjalanan dan Kiprah Fusi Foundation selaku lembaga yang mewadahi kiprah alumni FTUI.

Diharapkan melalui Milad yang bertempat di Auditorium MRPQ Plaza Quantum FTUI Kampus Depok, menjadi wahana peningkatan pemahaman serta pencerdasan terkait urgensi wakaf dalam kehidupan masyarakat khususnya di kampus.

“Ada baiknya pengenalan mengenai wakaf dimulai dari kampus. Kampus menjadi tempat untuk mengenalkan dan pembinaan wakaf” ungkap Afdhal Aliasar pada saat talkshow.

Dalam acara ini, terdapat dua sesi talkshow yang bertemakan wakafpreneur. Sesi pertama dengan topic Waqf Transformation Best Practice for Public Welfare menghadirkan Ir. Iwan Agustiawan Fuad dan Prof. Dr. Sukree Langputeh sedangkan sesi kedua bertopik Milestone Wakafpreneur dalam Memajukan Indonesia menghadirkan founder and Presiden Direktur of PT. Parfum Gwe International yaitu Tubagus Wijaya dan Afdhal Aliasar, Direktur Bidang Pengembangan Ekonomi Syariah & Industri Halal, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.