Latar Belakang

Yayasan Edukasi Wakaf Indonesia (YEWI) didirikan sebagai bentuk partisipasi untuk meningkatkan literasi wakaf dan partisipasi wakif di masyarakat. Wakaf sebagai salah satu dari 3 hal yang mengalirkan amal jariyah ternyata tidak sepopuler zakat , infaq dan shodaqoh.

Indonesia telah memiliki perangkat hukum terkait perwakafan yaitu Undang Undang no 41 Tahun 2004 tentang Wakaf dan Peraturan Pemerintah No 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan UU 41/2004 tentang Wakaf. Pemerintah telah membentuk badan independen untuk mengawasi perwakafan di Indonesia yang dengan dibentuknya Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada tahun 2007.

Potensi aset tanah wakaf di Indonesia juga sangat besar. Total tanah wakaf di Indonesia sudah mencapai lebih dari ± 4,3 milyar m2 (430.000 hektar) hampir setara dengan luas Jabodetabek atau hampir seluas 8 kali Singapura yang nilai taksasi ± Rp. 370 trilyun. Aset-aset wakaf tersebut oleh BWI diarahkan untuk menjadi wakaf produktif sebagai amal usaha menggerakan perekonomian yang dapat mendukung program-program sosial kemasyarakatan dari keuntungan yang dihasilkan oleh amal usaha tersebut sebagai mana prinsip wakaf yang menyedekahkan hasil usaha.

Atas tantangan-tantangan tersebut maka YEWI mengambil langkah-langkah proaktif secara independen dan terkordinasi untuk membantu implementasi konsep wakaf produktif dengan meningkatkan keikutsertaan masyarakat khususnya umat muslim sehingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud sebagai pengejahwantahan Islam Rahmatan Lil’alamin.